Joe Hart Tak Terpakai Lagi Di Manchester City Dan Torino
Joe Hart masih menanti masuknya penawaran, namun ia sudah pasrah dengan karirnya di Manchester City, usai klub mendatangkan kiper Brasil, Ederson.
Kiper Inggris itu membela Torino sebagai pemain pinjaman musim lalu dan sepertinya takkan kembali ke Manchester City di musim berikutnya, usai klub Inggris membeli Ederson Moraes dari Benfica.
City membayar hampir 40 juta euro untuk membeli pemain 23 tahun dari juara Portugal, Benfica, sekaligus membuat Hart semakin ragu soal nasibnya, usai musim lalu bermain di Torino sebagai pemain pinjaman.
Hart sendiri dikritik usai ia membuat kesalahan kala Inggris bermain imbang 2-2 melawan Skotlandia di laga Kualifikasi Piala Dunia pekan lalu, dan manajer Gareth Southgate mengindikasikan bahwa ia mungkin akan menurunkan kiper lain jelang laga uji coba melawan Prancis.
Joe Hart kembali menegaskan bahwa ia membutuhkan klub yang mempercayainya dan bisa memberikan kesempatan bermain reguler musim depan.
Dan Hart mengindikasikan bahwa ia membutuhkan waktu bermain reguler demi ambisinya menjadi bagian dari skuat Inggris yang akan turun di Piala Dunia 2018 mendatang.
Joe Hart berkeras bahwa ia sama sekali tak menyimpan dendam pada manajer Manchester City, Josep Guardiola.
Pria Spanyol mendarat di Etihad musim panas lalu dan ia langsung menilai Hart tak layak masuk dalam rencana utamanya. Ia lantas mendepak kiper Inggris dengan meminjamkannya ke Torino.
Di akhir musim, Hart memutuskan meninggalkan Serie A. Namun ia sepertinya takkan mendapatkan kesempatan kedua dari Pep, yang justru baru saja membeli kiper Brasil, Ederson, dari Benfica.
Namun demikian, Hart mengaku sama sekali tak menyimpan dendam pada mantan manajer Barcelona dan Bayern Munchen tersebut.
"Tidak. Mereka jelas sudah merekrut kiper baru dan saya mengerti apa maksud mereka," tutur Hart menurut Goal International.
"Mereka tak perlu bicara dengan saya. Saya cukup beruntung punya orang khusus yang menangani hal seperti itu. Saya kira mereka bicara pada agen saya. Tidak ada hubungan buruk antara dua belah pihak. Mereka akan melakukan urusan mereka dan begitu juga dengan kami."
"Saya tidak tahu berapa tepatnya harga saya. Sulit untuk realistis. Aneh rasanya melihat seseorang dibayar jutaan pounds untuk bermain untuk sebuah tim. Aneh dari sisi bisnis, namun tidak di sepakbola."
"Saya kira mereka tidak akan menghalangi saya dengan meminta harga tinggi. Ada rasa hormat yang cukup antara pemain dan klub. Mereka memilih jalannya, dan saya juga akan memilih jalan saya sendiri."



Blogger Comment
Facebook Comment